Arsip Blog

Selasa, 09 Januari 2024

DAMPAK FENOMENA BULLYING PARA PELAJAR DI INDONESIA

ARTIKEL TERKINI - Setiap keluarga maupun individual tentu memiliki tingkatan dan gaya hidupnya masing-masing. Mulai dari strata tinggi hingga rendah. Tidak hanya itu, kepedulian dan rasa kemanusiaan pun berbeda satu dengan lainnya. 


Hal yang menjadi permasalahan bukanlah tinggi-rendahnya gaya hidup, melainkan kritikan yang dilontarkan tiap-tiap orang. Mulai dari kritikan kecil hingga merambah ke ranah besar yang memicu pembulian. 


Secara umum, perudungan atau bullying merupakan bentuk kekerasan yang sengaja dilakukan seorang individu maupun kelompok. Fenomena ini terjadi dikarenakan adannya perbedaan status sosial, dendam, atau dianggap 'guyon' oleh para pelaku. 


Pembulian pun ragam macam. Ada secara non-verbal (kata-kata), ada pula dengan kekerasan fisik seperti memukul, meludah, hingga tatapan tajam kepada korban. 


Di Indonesia sudah marak kasus pembulian. Mulai dari iri dengan prestasi seseorang, menertawakan status ekonomi, hingga usil belaka yang mengakibatkan kematian. 


Salah satu dari sekian berita yang menyayat hati yakni kisah Siswi Sekolah Dasar asal Gresik. Ia dibuli hingga mengalami buta permanen. Hal ini diduga karena pelaku memaksa diberi uang jajan kepada korban, namun tidak diberikan. Pelaku emosi hingga menusuk mata kanan korban dengan tusuk bakso. 


Tentu saja sang korban mengalami keterlukaan dan konflik dalam dirinya. Tidak hanya terluka secara fisik, iapun mengalami luka batin yang luar biasa. Kedua orang tuanya pun disarankan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dan dibawa ke dokter psikolog. 


Hal yang saya takutkan ketika melihat atau mendengar berita terkait korban pembulian yakni trauma mendalam, hingga takut berinteraksi dengan orang baru. 


Hal ini sangat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka, terutama peralihan usia kanak-kanak menuju remaja hingga dewasa. 


Peran penting mengatasi perudungan di sekolah tidak hanya dilakukan keluarga saja, melainkan seluruh pihak, baik tenaga pendidik, teman sebaya, bahkan instansi diluar pendidikan juga berperan. 


Tidak hanya menjadi pengajar secara formal, tenaga pendidik juga berperan sebagai 'orang tua' di sekolah. Menjadi pendengar tanpa menghakimi maupun menyalahkan situasi korban, dan memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. 


Begitu pula dengan teman-teman sebaya. Sepatutnya mereka juga menjadi teman yang mendampingi dan melaporkan jika ada sesuatu yang tidak baik dalam lingkungan pertemanannya. 


Tentu kasus bullying bukanlah hal yang mudah untuk diberantas secara instan. Namun hal sederhana bisa dimulai, untuk memutus rantai 'iblis' tersebut. Jika bukan kita yang memulai, siapa lagi?


#bullying #Indonesia #fenomena

Rabu, 06 Desember 2023

ARTI DAN MAKNA BENDERA FATAH

PALESTINA- Fatah adalah organisasi militer dan politik Palestina. Pada awalnya dinamakan sebagai Gerakan Pembebasan Nasional Palestina. 

Fatah merupakan faksi terbesar dari konferedasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) multi-partai terbesar di Dewan Legislatif Palestina (PLC). 


Mengutip Fatehmedia, Fatah diluncurkan pada 1 Januari 1965 setelah persiapannya, sejak masa setelah Nakba tahun 1948 hingga tahun 1957 sebagai tahun berdirinya. Segera setelah berdirinya, nama gerakan ini pertama kali ditayangkan di Falastinuna, media resmi Fatah. 


Seperti organisasi pada umumnya, Fatah memiliki benderanya sendiri. Bendera tersebut ditandai dengan gambar sebuah granat, dengan dua senapan bersilang. 


Kedua senapan tersebut dipegang oleh kepalan tangan, yang masing-masing lengan dilapisi bendera Palestina. 


Kepalan tangan dan senapan berada di tengah-tengah bentuk keseluruhan wilayah yang dibagi oleh kelompok-kelompok masyarakat Israel dan Palestina.


Bendera Fatah menunjukkan bahwa gerakan ini bertujuan untuk merebut kembali seluruh tanah Palestina yang pernah dikuasai Israel. 


Tidak hanya itu, bendera ini juga menggambarkan dedikasi Fatah dan kelompok lainnya, dalam berjuang melawan terorisme Israel terhadap warga sipil. 


Jumat, 01 Desember 2023

MELAKUKAN SENI, ITULAH CIRI KHASKU

 KARYAKU


Sejak kelas 6 SD, saya sudah mempelajari gitar. Mata pelajaran gitar menjadi wajib untuk dipelajari di sekolah berbasis Kristen. Tidak hanya sekadar belajar bernyanyi atau tampil keren saja, mempelajari gitar juga dilakukan untuk mengajarkan cara mengiringi lagu kebaktian. 

Walaupun saya tidak sehebat musisi hebat di luar sana, saya bangga dengan kebisaan saya dalam bergitar. Tidak hanya sekadar hiburan semata atau sekadar mengambil nilai, tetapi juga dapat membantu orang lain dalam berbagai aktivitas.

Misalnya saja saat ini saya sedang melakukan pencarian dana untuk kegitan pergantian pengurus. Tentu kemampuan saya saat ini dimanfaatkan untuk melakukan pencarian dana. 

Bergitar sembari bernyanyi membuat orang-orang tertarik untuk mendengar dan memberi dukungan penuh. Selain itu bisa menghilangkan rasa suntuk saya di rumah ketika melakukan pekerjaan. 



Kamis, 30 November 2023

RAGAM SAMBAL NUSANTARA; JENIS DAN CARA PELESTARIAN

INDONESIA - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sambal merupakan salah satu menu yang wajib ada. Sambal bisa dimakan dengan berbagai ragam sayur dan lauk-pauk, bahkan bisa dimakan hanya dengan kerupuk atau nasi hangat. Di Indonesia, sambal sudah ada sejak abad ke-10. Berdasarkan buku Indonesia Poenja Tjerita (2016) karya Eka Saputra, Pendeta PJ Veth mengatakan bahwa cabai sudah ada sejak zaman Jawa Kuno dan menjadi komoditas langsung jual.

                                            Sambal terasi. Sumber: Endeus

Sebagai warga Indonesia kita perlu bangga dan apresiasi, karena sambal memiliki citarasa yang unik dan beragam di berbagai daerah. Dengan beragam rempah, cara pengolahan, dan filosofi sambal itu sendiri, membuat makanan tersebut memiliki banyak kreasi. Tidak heran jika hampir setiap daerah di Indonesia memiliki ragam sambalnya masing-masing.

Dari Sabang hingga Merauke tentu ada beragam jenis sambal. Namun beberapa sambal berikut ini merupakan jenis yang paling sering dijumpai di berbagai toko atau gerai makanan, serta yang paling sering dimasak di rumah. Jenis sambal tersebut antara lain Sambal Matah, Sambal Bawang, Sambal Terasi, Sambal Ijo, Sambal Dabu-Dabu, Sambal Ikan Roa dan Sambal Tomat.

Menurut Retno; seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa kemudahan zaman membuat beberapa budaya dan tradisi, salah satu kuliner, menjadi langka dan tidak terlestarikan. Terbukti dengan banyaknya ragam jenis sambal yang dijual di marketplace atau restoran mewah, namun citarasa yang tidak otentik seperti asli daerahnya. Banyak tata cara pembuatan sambal di berbagai platform, tidak sesuai dengan tradisi asli. Menurut Retno, hal ini disebabkan oleh beberapa tata cara dan bahan yang sengaja dikurangi, sehingga memengaruhi citarasa sambal.

 “Ini sih yang membuat citarasa sambal menjadi lain dan tidak seenak aslinya. Emang sih banyak tutorial jadi kelihatan mudah, tapi jadinya ngaco. Tidak sesuai dengan rasa sambal yang langsung dicoba di daerahnya,” ujar Retno.

“Sebagai generasi muda era 20 ke atas, mereka harus belajar melestarikan budaya dan kuliner Nusantara. Walaupun ga bisa masak, minimal tahu sejarah dan suka nyoba ragam sambal. Kalau gabisa coba, minimal bisa memberikan pengetahuan umum tentang kekhasan sambal di berbagai daerah,” ujar Retno.

3 ALASAN RAKYAT PALESTINA MENCINTAI RAKYAT INDONESIA

PALESTINA - Hubungan Indonesia dan Palestina telah terjalin erat dan akrab sejak lama. Indonesia merupakan salah satu pendukung setia bagi kemerdekaan dan pembentukan negara Palestina yang berdaulat. 


Sejak 1945, hubungan antara kedua negara telah terjalin dengan Palestina memberi dukungan kemerdekaan terhadap Indonesia. Bahkan dukungan ini diberikan sebelum Soekarno, presiden pertama Indonesia, mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan.

 

Ini menjadi bukti bahwa Indonesia dan Palestina memiliki persamaan, terutama dalam mendukung kemerdekaan.


Selain sejarah kemerdekaan, kami kutip tiga alasan rakyat Palestina mencintai rakyat Indonesia, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.


1. Memiliki Rasa yang Sama Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan 

Konflik antara Israel-Palestina telah terjadi selama lebih dari tujuh dekade, dan sejak itu Palestina berada di bawah penjajahan Zionis. 


Indonesia tidak asing dengan penderitaan di bawah penjajahan bangsa asing. Kerja paksa, pembunuhan, penyiksaan sudah dirasakan Indonesia, sebagai bentuk kekerasan yang dilakukan pada penjajah Belanda dan Jepang.


Karena itulah kedua negara terus memperjuangkan kemerdekaan, baik di Indonesia, maupun di Palestina.


Hal itu terlihat pada 1945 saat Syekh Muhammad Amin Al Husaini, Mufti Besar Palestina, memberi dukungan kemerdekaan Indonesia atas rasa solidaritas. Pengakuan beliau berikan melalui Radio Berlin. 


Hingga saat ini, Indonesia terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari pendudukan dan penjajahan Israel.


2. Memberi Bantuan dan Membangun Fasilitas Kemanusiaan

Indonesia merupakan salah satu negara yang rutin dalam memberikan bantuan sosial-kemanusiaan. Tidak hanya pemerintah, pihak swasta juga memberi donasi tetap untuk rakyat Palestina.


Bantuan yang sering diberikan terkait pendidikan, kesehatan fisik dan jiwa, makanan, serta bentuk kesejahteraan manusia yang lain.


Selain donasi, Indonesia juga memperbaiki bangunan dengan persentase hampir mencapai 100 persen. Fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit dibangun Indonesia demi kesejahteraan rakyat Palestina. 



3. Keyakinan Rakyat Palestina akan Pemimpin Islam Masa Depan 

Dari berbagai sumber yang ada, rakyat Palestina memberikan doa dan pujian terhadap rakyat Indonesia, sebagai ungkapan terima kasih atas bebasnya Masjid Al-Aqsa dan tanah mereka dari Israel.


Beberapa ulama percaya, Indonesia merupakan salah satu negara berpotensi dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari Israel. Tidak hanya itu, beberapa ulama mengatakan Indonesia akan menjadi negara kebangkitan Muslim. Hal ini dikarenakan Muslim Asia belum pernah memimpin kekuasaan Islam sebelumnya.

Selasa, 28 November 2023

KISAH DANIELLE ALONI & EMILIA

GAZA - Pada Jumat (24/11), Hamas membebaskan 13 sandera gelombang pertama sejak serangannya terhadap Israel Selatan pada 7 Oktober. Hal ini sebagaimana disepakati oleh Israel dan Hamas. Salah satu tahanan tersebut yakni Danielle Aloni (44), beserta putrinya, Emilia (5).



Pada The Times Of Israel, Massa keluar untuk menyambut Daniel dan putrinya. Orang-orang berbaris di jalanan sembari mengibarkan bendera Israel dan bersorak. Lagu "Aku pulang ke rumah" berkumandang saat konvoi mendekat. 


Hamas menerbitkan surat hari Senin, yang ditulis oleh Danielle Aloni. Isi surat yakni ucapan terima kasih kepada kelompok tersebut, karena memperlakukan ia dan putrinya secara manusiawi di tahanan. 


Menurut TheMessenger.com, surat tersebut diterbitkan oleh Badan Shebab yang berafiliasi dengan Hamas, dalam bahasa Ibrani dan Arab. Dalam surat tersebut, Hamas memberi klaim isi surat yang dibuat oleh Danielle.


"Kepada para Jenderal yang menemani kami dalam beberapa minggu terakhir. Saya berterima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam atas rasa kemanusiaan luar biasa yang Anda tunjukkan terhadap saya dan putri saya, Emilia."


"Kamu sudah seperti orang tua baginya, mengundangnya ke kamarmu kapan saja ia mau. Dia pergi dengan perasaan seperti kamu semua adalah temannya. Bukan hanya temannya, tapi teman yang sangat baik."


Dalam catatan tersebut, Danielle berterima kasih kepada Hamas, karena menghadiahi permen, buah-buahan, dan apapun yang putrinya inginkan. Meskipun jumlahnya tidak cukup. 


Setelah dibebaskan, Danielle dan putrinya mengunjungi saudara perempuannya, Sharon Aloni Cunio (33) dan suaminya, David Cunio (34) beserta putri kembar mereka, Yuli dan Emma (3) yang masih disandera di Gaza. 

Senin, 06 November 2023

MODE IDOL MASA KINI

 KARYAKU

2020 merupakan tahun rilis lagu grup BLACKPINK - How You Like That. Lagu tersebut easy listening, dengan gerakan dance yang masih mudah diingat dan diikuti. Busana yang dipakainya pun tampak glamour dan modis. 

Salah satu member yang saya sukai yakni Rose. Suaranya yang indah, yang mudah dikenali karena memiliki ciri tersendiri, menyukai rambut blonde, membuatnya tampak cantik baik segi suara maupun fisik. 

Entah mengapa ketika beberapa waktu lalu setelah rilis mendengar lagu itu lagi, saya terinspirasi oleh beberapa item inti dari busana yang dikenakan. Rok atau celana pendek, dengan sepatu boots yang dipadukan dengan beberapa perhiasan. Rambut digerai juga membuatnya cantik.

Setelah saya menggambar sketsa dengan kertas, saya memberikan ke teman SD, yang kebetulan juga sedang menempuh pendidikan di bidang DKV. 

Iapun me-remake gambarku ini dengan menggunakan pen tab dan aplikasi khusus. Gambarnya tampak indah dan lebih mendetail. Namun sayangnya gambar versi digital tidak kusimpan, karena ada di perangkat lama. 

MERESAPI SEJARAH DAN KEINDAHAN LAPANGAN BANTENG

JAKARTA - Lapangan Banteng merupakan taman yang terkenal di DKI Jakarta. Taman yang mempunyai nilai sejarah akan Pembebasan Irian Barat ini memiliki luas sekitar 4,393 ha. Lokasi Lapangan Banteng cukup strategis, karena terletak di tengah-tengah gedung perkantoran, serta dekat dengan dua rumah ibadah; Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.

 

Suasana Lapangan Banteng pada Jumat (3/11) pukul 12.45 sepi. Hanya ada 2 wisatawan asing yang berfoto saja. Sumber: Ludwina Andhara Herawati

Pada tahun 2016 Lapangan Banteng direvitalisasi, dengan maksud menciptakan ruang publik yang ideal dan menonjolkan nilai budaya. Setelah revitalisasi berlangsung mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang mengunjungi tempat tersebut. Tidak hanya revitalisasi saja, nilai sejarah yang terdapat pada Lapangan Banteng juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengunjung yang hadir.

 

Berdasarkan isi dari batu tulis mengenai Monumen Pembebasan Irian Barat, monument ini dibangun dengan tujuan mengenang para pejuang Trikora dan Masyarakat Irian Barat yang memilih untuk menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dalam sejarah, wilayah Irian Barat dipertahankan Belanda sejak Konferensi Meja Bundar (1949), dan mengulur-ulur waktu sampai Bung Karno membentuk Komando Trikora. Dari sejarah tersebutlah adanya monumen Pembebasan Irian Barat; dengan makna simbolis rakyat Irian Barat yang melepaskan diri dari Belanda.



Selain nilai sejarah yang begitu kental mengenai Irian Barat dan kolonial Belanda, lapangan tersebut memiliki air mancur yang dinyalakan setiap akhir pekan. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas penjaga Lapangan Banteng, air mancur dinyalakan setiap hari Sabtu pagi hingga Minggu malam.

 

Tentu tidak dinyalakan setiap waktu, karena penyalaan air mancur telah diberi jadwal. Di hari Sabtu dan Minggu pagi air mancur dinnyalakan mulai pukul 06.30 – 06.45. Biasanya air mancur dinyalakan setiap 15 menit sekali.

 

Tidak hanya untuk rekreasi; belajar sejarah atau bersantai saja, Lapangan Banteng juga pernah digunakan untuk mengadakan SIM Keliling di area selatan, Vaksinasi Keliling, Live Music, dan bazar. Tentu bagi yang ingin mengadakan acara besar di lapangan tersebut harus memiliki izin ke dinas.

 

Untuk steril lapangan atau pengosongan pengunjung di hari libr dilakukan pada pukul 20.00 WIB. Namun jika pada jam tersebut masih terdapat aktivitas umum atau pengunjung yang sedang berekreasi, waktu steril akan diundur 30 menit. Pada hari biasa lapangan biasa akan disterilkan pada pukul 18.00 WIB.


Minggu, 29 Oktober 2023

APA MAKNA PEKAN SUCI?

JAKARTA Apakah yang dimaksud dengan Pekan Suci? Mungkin kamu hanya tahu jika setiap tahun ada libur nasional “Wafatnya Isa Almasih” yang selalu jatuh di setiap April, hari Jumat. Atau kamu hanya mengetahui Paskah yang identik dengan menghias telur, makan Ayam Kalkun Panggang bersama keluarga, dan kelinci sebagai ‘maskot’. Itu hanyalah sedikit dari banyaknya rangkaian Pekan Suci; Jumat Agung dan Hari Raya Paskah. Namun apakah kamu telah mengetahui makna Pekan Suci yang sesungguhnya?

Misa Kamis Putih. Sumber: Komsos Paroki Jatiwaringin

Setiap tahun, umat Katolik merayakan ragam peristiwa penting akan penebusan dosa umat. Inti dari peristiwa ini yakni untuk mengenang akan kasih Allah kepada manusia, dengan menebus dosa-dosa umat-Nya. Agar Allah bisa “hadir” di tengah mereka, Ia mengutus Anak-Nya, Yesus, dengan mewujudkan diri-Nya dalam rupa seorang hamba. 


33 tahun genap usianya, Ia wafat di kayu salib, bersamaan dengan dua penjahat di sisi kanan dan kiri; menandakan Kasih Allah akan penghapusan dosa. Setelah kematian, Ia bangkit dan menampakkan diri-Nya kepada para rasul. Rangkaian penting tersebut juga sebagai bentuk Perjanjian Baru, dimana Allah menunjukkan kasih kepada umat-Nya, sekalipun telah jatuh ke dalam dosa.


Jika kamu mengetahui hari “Wafatnya Isa Almasih” dan Paskah, memang betul kedua peristiwa tersebut merupakan salah dua dari rangkaian peristiwa Pekan Suci, karena sebagai perwujudan Kasih Allah kepada umat-Nya, yang telah tertulis dalam Kitab Suci. Pada bagian ini Allah mengasihi umat-Nya, termasuk kamu, agar melepaskan “manusia lama”, dan mengenakan “manusia baru” dalam peziarahan hidup. Agar kamu dapat memaknai dan memahami rangkaian peristiwa Pekan Suci, mari simak pembahasan berikut ini.


Sebelum memasuki Pekan Suci, kamu diajak untuk memasuki masa Prapaskah. Masa Prapaskah ini akan diawali dengan perayaan Rabu Abu (atau akrab disebut Ash Wednessday). Abu tersebut akan diberkati Pastur dengan mendoakan dan memerciki air suci di tempat abu, lalu dioleskan dengan bentuk salib di dahi. Rabu Abu ini kamu diajak untuk meningkatkan semangat kerendahan hati dan pengorbanan. Tidak hanya itu, Rabu Abu ini juga sebagai “penanda” awalnya pantang dan puasa.

Mazmur 51:10 bermakna "semua orang perlu hati yang murni yang membenci dosa, dan roh yang diperbaharui yang rindu melakukan kehendak Allah." Sumber: Pinterest

Selama masa Prapaskah ini, kamu akan mendapatkan bacaan dan renungan mengenai pertobatan serta pengampunan. Setiap bacaan pada masa Prapaskah I hingga ke V akan mengajak kamu untuk merenungkan segala perbuatan dan dosa, meninggalkan sifat kedagingan, dan mendekatkan diri pada Allah.


Setelah masa Prapaskah selesai, maka kamu akan mengawali Pekan Suci dengan merayakan Minggu Palma (atau disebut sebagai Palm Sunday). Pada misa ini, kamu akan mengawali misa di luar gereja, pembacaan Injil dan homily singkat, pemercikan air suci, dan perarakan masuk ke dalam gereja. 


Prosesi ini sebagai pengenangan akan peristiwa dimana Yesus menunggangi seekor keledai; lambang kesederhanaan, dielu-elukan oleh orang banyak sembari melambai-lambaikan daun Palma di tangannya. Sebagai pengganti Injil yang biasa dibacakan Pastur yakni dengan Pasio yang didaraskan oleh tiga lektor/lektris; orang yang biasa membacakan bacaan.


Selain melihat umat membawa daun Palma, kamu akan melihat para pelayan liturgi yang menggunakan pakaian serba merah. Dalam aturan gereja, warna merah melambangan keberanian dan pengorbanan. Itulah mengapa kamu akan melihat mayoritas umat dan pelayan liturgi menggunakan warna merah untuk atribut. Hal ini sebagai lambang, bahwa Yesus dielu-elukan, lalu ‘dikorbankan’ oleh mereka untuk disalibkan.


Palma identik dengan warna merah dan daun Palma sebagai hiasan, serta dilambaikan umat. Sumber: Pinterest

Maka setelah merayakan Minggu Palma, kamu akan diajak untuk melihat jauh ke depan, pada hari Kamis Putih. Perayaan ini mengisahkan perjamuan terakhir Yesus bersama para rasul-Nya. Yesus melakukan hal ini sebagai pengenangan akan diri-Nya. Tidak hanya itu, Ia pun membasuh kaki para rasul-Nya sebagai lambang pelayanan, kesederhanaan, dan cinta kasih-Nya kepada mereka. Itulah mengapa setelah khotbah, kamu akan melihat prosesi Pastur yang membasuh kaki rasul.


Kamis Putih ini dilambangkan dengan warna putih. Hal ini menandakan bahwa Kamis Putih menjadi suatu hal yang “murni, mulia, dan sempurna”. Makna warna ini dapat kamu buktikan dengan kisah Yesus yang melakukan perjamuan terakhir dengan para rasul, yang artinya Ia menginginkan semua hal yang tertulis pada Kitab Suci terjadi. Ia menunjukkan kesempurnaan dan kesederhanaan dengan mencuci dan mencium kaki para rasul, sebagai bentuk pelayanan dan cinta kasih yang murni.


Roti dan Anggur melambangkan Tubuh dan Darah Kristus. Sumber: Pinterest

Maka tibalah hari Wafatnya Isa Almasih, atau disebut sebagai Jumat Agung. Kamu akan melihat kosongnya dekorasi; altar hanya dilapisi taplak putih kecil dan tidak ada tanaman berwarna cerah. Bahkan tidak adanya prosesi pemberkatan roti dan anggur, tidak ada iringan alat musik; murni dari paduan suara saja dan tidak ada berkat tanda salib pada pembuka dan penutup prosesi. Itulah sebabnya Jumat Agung disebut sebagai Ibadat, bukan Misa.


Pada Ibadat Jumat Agung ini, kamu akan diajak kembali untuk mengenang Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus. Hampir sama dengan Minggu Palma, sebagai pengganti Injil yang biasa dibacakan Pastur maka diadakanlah Pasio Menurut Kitab Yohanes. Namun berbeda dengan Minggu Palma yang didaraskan, pada pasio kamu akan mendengar setiap bacaan yang dilantunkan dengan susunan nada. Jumat Agung dilambangkan dengan warna merah, melambangkan kemartiran dan pengorbanan Yesus untuk penebusan dosa umat-Nya.


Desain ucapan Jumat Agung. Sumber: Pinterest

Keesokan hari kamu akan diajak untuk merayakan Sabtu Suci atau sering disebut Vigili Paskah. Perayaan tersebut merupakan hari terakhir dalam Pekan Suci yang dirayakan oleh umat kristiani sebagai persiapan perayaan Paskah. Pada Sabtu Suci kamu akan memperingati pada saat tubuh Yesus Kristus dibaringkan di kubur setelah pada hari Jumat Agung mati disalibkan. Keesokan harinya (Paskah) Yesus bangkit dari kematiannya.


Pada Sabtu Suci ini diawali dengan pemberkatan lilin besar dengan biji dupa oleh Pastur. Selain itu kamu akan mendengarkan lektor membacakan setidaknya ada tujuh sampai dengan sembilan bacaan dan selingan lagu antar bacaan oleh pemazmur. Setelah khotbah akan ada pemercikan air suci kepada umat, atau disebut sebagai pembaptisan ulang, sebagai bentuk pembaharuan dan penghapusan dosa. Sebelum prosesi pemercikan, Pastur akan memberkati air suci yang telah disiapkan dalam sebuah tempayan besar. 


Dengan bantuan putra altar, ia mencelupkan lilin besar tersebut ke dalam tempayan, sembari melantunkan doa. Dengan nyala api pada lilin besar, putra altar akan membagikan cahaya tersebut kepada umat. Tidak hanya itu, kamu akan melihat atribut umat dan para petugas liturgi menggunakan warna putih, sebagai makna kesucian dan kemurnian karena telah “memperbarui diri menjadi manusia baru.”


Tibalah Hari Raya Paskah. Hampir serupa dengan Sabtu Suci, kamu akan melihat atribut dan dekorasi dengan warna serba putih, dan dirayakan secara lebih meriah. Hal itu dikarenakan kamu akan merayakan kemenangan Sang Kristus yang telah bangkit dari kematian, dan telah merelakan diri-Nya bagi pendosa.


Maka kamu akan mengetahui, bahwasannya Pekan Suci merupakan kisah terpenting akan penebusan dosa umat manusia. Pada setiap perayaan tersebut, kamu akan selalu diajak untuk merenungkan kesalahan dan dosa. Berpantang dan berpuasa merupakan salah satu bentuk pertobatan dan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kedagingan. Tidak hanya itu, pada Pekan Suci ini kamu diajak untuk menjadi pribadi yang dapat mengampuni dan memaafkan orang lain, sama seperti Yesus yang selalu mengampuni dan mengasihi umat-Nya.

Sabtu, 28 Oktober 2023

MASIHKAH BHINNEKA TUNGGAL IKA DITERAPKAN?

INDONESIA -  20 tahun usia saya saat ini, yang artinya sudah lumayan lama pula bertempat tinggal di Indonesia, terkhusus Ibu Kota Jakarta. Sesuai dengan semboyan nenek moyang, Bhinneka Tunggal Ika; berbeda-beda namun satu jua, sudah saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 


Rukun tetangga, rukun warga, bahkan di tempat saya menempuh pendidikan atau kerja sambilan pun, saya menemukan ragam keunikan dan perbedaan. Ragam suku dan budaya serta agama-keyakinan pun bukan menjadi penghalang bagi saya untuk tetap menjalankan hidup.

Namun ada satu dan lain hal yang mengganjal hati saya hingga saat ini. Apakah Bhinneka Tunggal Ika benar-benar ada? Apakah Tuhan itu benar adil terhadap kondisi umat-Nya? Pertanyaan tersebut didasarkan akan adanya kecaman dan kekejaman dari beberapa pihak. 


Penolakan pembangunan rumah ibadat, pelarangan ibadah, bahkan kasus penghinaan pun seakan menjadi agenda rutin yang selalu diperdebatkan. Pembahasan mayoritas-minoritas tak akan ada habisnya. Bahkan di ibu kota yang saya anggap sudah modern dan maju saja pun, masih ada perselisihan. Tak jarang demo besar-besaran tiap tahun hanya karena meminta keadilan, seolah-olah sudah paling tertindas dan tak didengar pemerintah. 


Hal yang paling menohok yakni bagaimana sulitnya kaum-kaum minoritas dalam mendapat keadilan dalam menjalani kehidupannya. Bisa makan-minum-bekerja-tidur tanpa cibiran orang-orang sekitar pun sudah bersyukur. Jika sampai dilarang beribadah bahkan membangun tempat ibadah secara layak padahal itu kebutuhan rohani, apakah masih disebut manusia beradab?


Sudah menjadi template jika orang-orang membela dirinya dengan berkata, "Itu hanya orang-orang fanatik saja kok! Kami mah diajarkan berbuat baik oleh keyakinan kami!" Pertanyaan saya pun menjadi bertambah, apakah mungkin 50% orang tersebut tidak waras dan tidak berakal sehat? Sehingga bisa jadi mereka berani melakukan tindakan di luar akal nurani sebagai makhluk beradab. 


Jika saya memberi perumpamaan, kejadian ini bagai perudungan senior ke junior, penindasan akibat sedikit perbedaan. Tindakan tersebut sudah menjelaskan poin pertanyaan saya di awal; apakah Bhinneka Tunggal Ika benar-benar ada? Apakah saya masih bisa merasakan hidup rukun?


Hingga saya hidup 20 tahun di Bumi Pertiwi ini, saya bersyukur bahwa diberi mata dan hati untuk merasakan kebaikan. Setiap harinya saya selalu berdoa dan melakukan tindak baik walaupun kecil nilainya. Saya bersyukur pula karena masih dapat merasakan cinta kasih orang-orang yang masih memiliki akal sehat. Bahkan pihak pemerintah pun semakin hari juga semakin tegas dan adil dalam menindaklanjuti kejadian anarkisme yang terjadi.


Harapan saya, semoga Bhinneka Tunggal Ika bukan saja semboyan belaka, namun juga benar-benar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga berharap dengan adanya cinta yang tertanam, rasa egois dan dendam pada diri tiap-tiap dapat meluruh. Kelak egoisme dan dendam berganti menjadi rasa kebaikan, ketulusan, dan cinta kasih yang turun-temurun ke anak-cucu kita kelak.

Minggu, 22 Oktober 2023

TERKIKISNYA PERAN MANUSIA AKIBAT KEMAJUAN TEKNOLOGI

JAKARTATidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi saat ini sangat membantu manusia, dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya sebatas mencari informasi saja, teknologi ini juga dapat membantu di berbagai bidang. Kearsipan, tata kelola kantor, periklanan, bahkan dapat melayani pelanggan di beberapa restoran atau penginapan.

Hal yang saya rasakan dengan adanya kemajuan teknologi saat ini yakni memberikan kemudahan dalam mencari informasi, memberikan edukasi secara global, menyiarkan sesuatu secara cepat, serta mempermudah pekerjaan sehari-hari.


Contohnya ketika melakukan aktivitas pendidikan (saat ini berkuliah). Tentu mencari materi dari berbagai referensi mudah saya temukan hanya dalam satu kali klik. Tidak hanya itu, ketika mencari moda transportasi dari rumah menuju stasiun, saya tidak perlu menunggu kendaraan umum lewat sekitar rumah. Cukup mencarinya melalui aplikasi dan menunggu sekitar 5 menit, saya bisa menuju tempat yang saya tuju.


Kemajuan teknologi di bidang pekerjaan pun saya dapat rasakan ketika melakukan praktik industri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam mengolah data, membuat laporan pekerjaan, bahkan untuk membuat notulensi atau MoM (Minutes of Meeting) pun dapat dikerjakan dengan mudah.


Tidak perlu mengerjakan dengan mesin tik, itu jadul banget. Kalimat itu dilontarkan guruku yang kebetulan sudah lebih dari 30 tahun mengajar, dan pernah bekerja sebagai sekretaris pada zamannya.


Ternyata benar, ketika saya mempraktikan diri mendengarkan simulasi rapat dan mencatatnya dengan tulisan stenografi, sulitnya tentu bukan main. Guratan demi guratan saya buat dan harus diperiksa berkali-kali. Jika garisnya melenceng sedikit, atau bahkan beda ukuran sudut saja sudah berbeda makna dan arti.


 Kemudahan itu juga saya temukan ketika mampir ke kantor sekretariat salah satu gereja. Seorang pekerja disana, sebut saja Carolina, mengatakan bahwa ada dampak positif dan negatif yang ia rasakan saat bekerja menjadi sekretaris di gereja tersebut.


Sebelum bekerja di sana, pada 2008 ia pernah bekerja sebagai sekretaris di sebuah kantor di Kramat Jati. Ia merasakan perbedaan yang amat signifikan terkait perbedaan teknologi tersebut. Meskipun sama-sama era 2000an, ia merasa ada lonjakan baru dalam melakukan pekerjaanya.


Kata demi kata ia lontarkan, sembari mengingat masa-masa mudanya dulu ketika bekerja. Contoh mudah yang ia berikan yakni kemudahan dalam berkomunikasi dan mengirim surat.


“Ketika saya ingin memberikan lapoarn terkait penjualan ke cabang yang satunya, saya harus mengirim beberapa surat melalui pos. Tentu dikarenakan butuh waktu, penyelesaian laporan harus sesuai jadwal yang telah ditentukan manager, kemudian sisa waktu digunakan untuk durasi pengiriman.”


Melihat sekeliling, ia diam-diam memberikan sebuah website, yang biasa digunakan sekretariat gereja untuk mendata umat-umat yang berdomisili di sana. Betapa takjubnya saya ketika melihat laman tersebut. Seolah data 5 ribu umat dengan mudah ditemukan disana, tanpa melakukan effort tinggi dalam mencatat secara manual.


“Dulu zaman saya masih kecil, semuanya dicatat manual. Dulu ketika melaporkan data-data sakramen dan kelahiran sesuai akta ke sekretariat, mereka langsung catat di buku besar dokumen gereja. Tapi bukan hanya itu, bahkan ada juga buku khusus untuk arsip gereja itu sendiri. Jadi ga hanya dicatat 1 kali, ibaratnya begitu.”


Ia pun memberikan saya dua lembar dokumen. Satu lembar berwarna hijau menggunakan kertas manila, dengan tulisan komputer berisi data pribadi. Lembar lainnya menggunakan kertas HVS biasa, namun bedanya data tersebut dilengkapi logo gereja dan keuskupan, bahkan jenis tulisan lebih rapi dan tertata.


“Coba kamu bandingkan antara dua ini. Pasti kamu lebih merasakan dengan jelas perbedannya kan?”

“Ohh secara tingkat kerapihan sih emang beda. Dari datanya pun juga lebih lengkap yang di HVS ini.”


“Tentu saja, kalau yang di kertas manila, itu ketik sendiri. Jadinya ada yang kurang akurat. Entah karena ketik pribadi, atau datanya masih tulis manual. Coba kalau yang satunya, datanya itu dimasukan ke website yang kutunjukan itu. Jadinya semua lebih tertata dan rapi. Ga perlu kepikiran salah ketik atau tata letak tidak rapi.”


Mencoba mempraktikan pendataan dengan sistem baru, akhirnya saya dapat merasakan kemudahan yang begitu berarti. Tentu mencatat data di buku besar masih menjadi kewajiban sekretaris. Namun dalam mencatatnya untuk kepentingan kecil cukup menggunakan website tersebut.


Namun ia melontarkan keluhan terkait sistem-sistem yang terlalu kompleks dan sulit dipahami. Beberapa bagian di aplikasi tersebut wajib telah diisi, ataupun telah dikirim datanya. Padahal praktiknya beberapa data bisa menyusul.


"Terkadang jika ingin memasukan nama wali baptis, atau nama gereja, itu kalau dulu bisa ditulis nanti. Karena ini semua bisa tergantung dari pihak keluarga atau gerejanya juga. Tapi apa-apa harus 1x24 jam, jika tidak, sistem tidak mau menerima data itu lagi. Jika ada kesalahan pun, saya tidak bisa mulai dari awal lagi.”


Teringat ia pernah kena ‘komplain’ umat karena datanya kurang atau salah. Sebaliknya, iapun pernah menegur umat yang terlalu lamban dalam memberikan data.


“Duh, ya itu ibaratnya derita lo. Kan udah dikasih tau dari jauh-jauh hari, bahkan sudah diingatkan juga untuk serah berkas dengan cepat, tinggal konfirmasi saja. Tapi kok lamban. Ya bukan sepenuhnya salahku juga sih. Kan mengikuti prosedur dari web. Mau-ga mau juga harus cepat.”


Ia pun juga menunjukan beberapa amplop, dengan kop pengiriman ke beberapa daerah, terutama di daerah Timur.


"Di sana hanya beberapa gereja dan stasi aja yang sudah pakai email dan aplikasi. Jadi kegiatan surat-menyurat tetap menggunakan pos. Beberapa dokumen penting pun juga harus dikirim dengan jasa kirim khusus, menghindari pemalsuan data.”


Ia menceritakan proses penulisan dan pengiriman dokumen penting ke sebuah daerah. Menggunakan map dan dikemas kembali menggunakan map khusus, agar tidak rusak selama perjalanan.


Dokumen yang ia kirim pun tidak hanya sebatas undangan atau input data biasa, melainkan data pribadi umat yang bersifat rahasia. Itulah sebabnya beberapa dokumen tidak bisa sembarang dikirim menggunakan Whatsapp atau e-mail.


Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya, ia merapikan beberapa alat kantornya. Kemudian ia memberikan beberapa nasihat penting terkait perkembangan teknologi di pekerjaan.


"Ya kalau mau ambil positifnya sih pasti ada. Dengan mudah, saya bisa mengirimkan via email. Jadi ga perlu repot dan biaya pos surat. Yah.. walaupun belum semua daerah-daerah tertentu menggunakan aplikasi atau email, setidaknya bisa meringankan beberapa beban.”


“Tapi perlu diingat, bukan berarti kemajuan teknologi ini selalu ada baiknya. Tentu ada nilai buruknya. Terkadang terlalu dipermudah juga buat manusia jadi malas. Jadi sih untuk penggunaan teknologi bukan dibatasi bahkan tidak boleh, melainkan harus disesuaikan porsinya saja.”


“Ambil positifnya, buang negatifnya,” ujar Carolina.  

Jumat, 13 Oktober 2023

ROMANTISASI MANHWA TEMA KERAJAAN

 KARYAKU


Sejujurnya saya pribadi penikmat konten thriller atau horror. Menurut saya cerita bergenre tersebut menegangkan dan punya nilai misteri tersendiri. Itu sebabnya saya dan mama selalu menonton film-film genre horor. 


Jika horror dan thriller bertahta di nomor satu, romantis dan drama berada di urutan kedua. Tergantung segi alur dan konflik yang disajikan. Jika hanya sekadar romantis menye-menye, tentu cerita tersebut tidak menarik.


Berbeda dengan Wendy The Florist. Cerita yang disuguhkan cukup menarik, dengan tatanan bahasa yang baku sesuai dengan tutur bicara pada zaman kerajaan. Walaupun beberapa alur sempat saya kurang pahami, namun cerita yang disampaikan cukup membuat saya penasaran.


Ada satu scene dimana mereka saling berpelukan pada sebuah taman. Taman yang secara ajaib tumbuh hanya dengan sentuhan ajaib Wendy, itu yang membuat cerita ini terasa magical


Gambar ini saya buat ketika selesai membaca Season 2 part 3. Merindukan jemari yang menari dan melukiskan suatu ide, saya mencoba untuk membuat sketsa part kesukaan saya. 


Hal tersulit yakni membuat detail gaun yang mereka kenakan. Gurat demi gurat, simbol dan ekspresi karakter perlu didetailkan lebih baik agar mudah memahami arti gambar tersebut. Karyanya tersebut sukses membuat hati saya terenyuh dan seolah ada kupu-kupu menari di hati dan perut. Membahagiakan sekaligus mengharukan. 

Kamis, 28 September 2023

PENGARUH BUDAYA KOREA TERHADAP KEHIDUPAN INDONESIA

ARTIKEL TERKINI-Belum lama ini, saya beserta rekan kelompok pergi menuju Lotte Shopping Avenue yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. 

Pertama kali saya ke sana hanya dapat berdecak kagum. Hampir seluruh properti yang digunakan bernuansa Korea. Bahkan pada pintu masuk, saya dan rekan-rekan disambut patung tangan artis-artis pop ternama.
Tenda Penjual Makanan Korea di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan Sumber: Ludwina Andhara Herawati.


Tidak hanya itu, jika menelusuri area mall lebih dalam, saya bisa melihat beberapa market yang menjual album-album pop Korea, mulai dari Aespa, NCT, EXO, New Jeans dan masih banyak artis lainnya. 

Tak hanya itu, ada wisata 'Seoul-Tokyo', yang menampilkan ragam kuliner, dengan arsitektur jalan perkotaan ala Korea-Jepang. 

Berjam-jam saya berkeliling sembari mengamati area mall tersebut. Satu hal yang terbenak di dalam pikiran saya mengenai budaya Korea yang sudah meraja di Indonesia. 

Pernyataan ini dibuktikan dengan kebiasaan anak-anak hingga remaja usia awal, yang sudah mengikuti musik pop, gaya hidup ala Korea; skincare, busana, makanan, hingga gaya berbicara. 

Tidak hanya itu, dunia hiburan lebih banyak mengundang artis Korea, demi meraih viewers banyak dan diminati kalangan K-popers. 

Contohnya Jerome Polin, yang telah berkolaborasi dengan Taeyong NCT dan Riize, boygroup naungan SM Entertaiment Tak hanya itu, belum lama ini Youtuber Miawaug berkolaborasi dengan NCT 127. 

Nilai positifnya tentu adanya pertukaran budaya Indonesia-Korea serta memperkaya wawasan akan budaya Korea. Tidak hanya itu, musik Korea yang dikenal beragam, menjadi inspirasi artis Indonesia untuk membuat variasi lagu yang lebih berwarna.

Namun ada nilai negatif yang ditimbulkan, yakni anak muda lebih 'mengakui' budaya Korea yang lebih baik daripada Indonesia. Nilai sopan-santun, budaya, dan berbahasa juga semakin berkurang. 

Dari perjalanan dan pengalaman saya, fenomena Budaya Korea membawa dampak terhadap kebudayaan Indonesia. Penting bagi masyarakat, terutama anak muda, untuk tetap menjaga budaya dan nilai moral, di tengah pengaruh global yang selalu berkembang. 

Senin, 25 September 2023

PEKERJAAN DENGAN KEMAMPUAN 'SERBA BISA'

 ARTIKEL TERKINI - Kesulitan mencari pekerjaan adalah hal yang sudah biasa di Indonesia.Hal ini dikarenakan Indonesia mengalami bonus demografi, dimana populasi warga negara usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibanding usia non-produktif (<65). 



Dampak positif bonus demografi yakni mudahnya dalam mencari tenaga kerja, serta membantu keseimbangan perekonomian negara. Namun sisi negatif dari bonus demografi ini yakni tingkat pengangguran tinggi akibat sedikitnya lapangan pekerjaan. 


Dampak pengangguran disebabkan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang mumpuni. Hal ini juga disebabkan karena strata ekonomi masyarakat yang beragam. Mulai dari tingkat ekonomi rendah hingga tinggi, yang berpengaruh pada kualiatas pendidikan yang anak-anak terima. 


Mencari pekerjaan tentu sulit, ungkap para pejuang nafkah. Masih banyak yang ditolak beberapa perusahaan karena syarat dan ketentuan yang diklaim tidak masuk akal. Mulai dari batas usia maksimal melamar kerja, harus memiliki skill lebih dari yang ditentukan, hingga menyangkut hal pribadi (misal, tidak boleh menikah sampai waktu yang ditentukan, agama, ras, suku dan lain sebagainya).


Masih ada perusahaan yang juga mencari calon pekerja dengan persyaratan yang terlalu banyak dan dinilai tidak worker-friendly. Selain bentuk perusahaan masih tergolong 'kecil', biasanya karena bisa adanya pemangkasan biaya operasional, atau tidak mau menambah anggota baru saja. 


Mengutip Quora, masih ada beberapa warganet yang menormalisasikan konsep 'harus serba bisa, dapat bekerja di bawah tekanan, dan gajinya sepakat seperti itu saja ya.' Hal ini menjadi bentuk nyata 'tidak memanusiakan manusia.' 

Salah satu kutipan lowongan pekerjaan. Sumber: Quora



Tidak hanya itu, ketersediaan lapangan pekerjaan semakin tidak kondusif. Belum lagi persaingan dalam pekerjaan, yang tidak mungkin kita hindari. Bahkan menemukan  pekerjaan sesuai passion  dan knowledge di bangku sekolah atau kuliah pun menjadi sia-sia. 


Kriteria pekerja yang sesuai dengan image perusahaan akan mempersulit masyarakat untuk bekerja. Tentu harapan palsu, ghosting, bahkan tidak ada sama sekali sesuai minat pun menjadi kesulitan para pencari nafkah dalam mencari pekerjaan. 


Berbagai aplikasi dan e-mail menjadi saksi bisu para pencari kerja untuk melamar sesuai dengan apa yang diinginkan. Namun apakah benar-benar sesuai apa yang telah dipelajar? Tentu saja berbeda. Itulah yang membuat saya merasa hal ini disayangkan. 


Jumat, 22 September 2023

'REMAKE' KARYA 3 TAHUN BERTURUT-TURUT

 KARYAKU 

Sejak kecil, saya sudah hobi mewarnai dan menggambar. Untuk saat ini saya lebih ke pembuatan story, berkaitan dengan tulis-menulis dan menuangkan ide. 


Saat saya SMK kelas 11, saya menggambar satu gambar sepasang sahabat lawan jenis. Karya ini berkaitan dengan cerita fiktif yang sebagian idenya murni dari kisah nyata. 


Gambar 1 (mulai dari kiri), merupakan gambar pertama saya di tahun 2019-an, ketika saya diminta guru Bahasa Indonesia untuk membuat cerita fiktif. Kami sekelas diminta untuk membuat ilustrasi yang berkaitan dengan cerita. 


Kemudian terbesit dari kepala, saya ingin membuat kisah saya dengan salah seorang teman di gereja. Tentu agak sulit membuat gambar dan cerita tersebut, karena tidak semua hal yang terjadi saya ingin masukan. 


Setelah itu, saya mengumpulkan tugas ini, dan pada masa pandemi, buku kami sudah terbit. Namun kami tidak bisa melihat fisik asli buku tersebut. Jadi kami hanya memegang buku digital saja. 


Saya terkejut ketika membongkar beberapa map lama saya. Ternyata gambar tersebut masih tersimpan rapi. Tiba-tiba saya ingin mencoba 'mendaur ulang' gambar tersebut. Menurut saya, hasilnya sedikit lebih baik, karena dalam proses menggambar, saya tidak dikejar deadline pengumpulan tugas.


8 berlalu ketika saya sudah memasuki perkuliahan. Saat itu saya sedang suntuk dalam mengerjakan berkas-berkas kepanitiaan organisasi. Karena melihat teks terlalu banyak sehingga saya mengalami kejenuhan.


Sembari bersantai, saya melihat beberapa gambar yang saya buat dari hp. Ternyata saya masih menyimpan gambar-gambar tersebut. Akhirnya saya mencoba untuk membuatnya lagi. 


Namun karena sudah terlanjur jenuh, gambar yang saya buat sedikit mengecewakan. Kendati demikian, setidaknya jam santai dapat dipergunaka untuk membuat suatu karya. 

DAMPAK FENOMENA BULLYING PARA PELAJAR DI INDONESIA

ARTIKEL TERKINI - Setiap keluarga maupun individual tentu memiliki tingkatan dan gaya hidupnya masing-masing. Mulai dari strata tinggi hingg...