Arsip Blog

Senin, 06 November 2023

MODE IDOL MASA KINI

 KARYAKU

2020 merupakan tahun rilis lagu grup BLACKPINK - How You Like That. Lagu tersebut easy listening, dengan gerakan dance yang masih mudah diingat dan diikuti. Busana yang dipakainya pun tampak glamour dan modis. 

Salah satu member yang saya sukai yakni Rose. Suaranya yang indah, yang mudah dikenali karena memiliki ciri tersendiri, menyukai rambut blonde, membuatnya tampak cantik baik segi suara maupun fisik. 

Entah mengapa ketika beberapa waktu lalu setelah rilis mendengar lagu itu lagi, saya terinspirasi oleh beberapa item inti dari busana yang dikenakan. Rok atau celana pendek, dengan sepatu boots yang dipadukan dengan beberapa perhiasan. Rambut digerai juga membuatnya cantik.

Setelah saya menggambar sketsa dengan kertas, saya memberikan ke teman SD, yang kebetulan juga sedang menempuh pendidikan di bidang DKV. 

Iapun me-remake gambarku ini dengan menggunakan pen tab dan aplikasi khusus. Gambarnya tampak indah dan lebih mendetail. Namun sayangnya gambar versi digital tidak kusimpan, karena ada di perangkat lama. 

MERESAPI SEJARAH DAN KEINDAHAN LAPANGAN BANTENG

JAKARTA - Lapangan Banteng merupakan taman yang terkenal di DKI Jakarta. Taman yang mempunyai nilai sejarah akan Pembebasan Irian Barat ini memiliki luas sekitar 4,393 ha. Lokasi Lapangan Banteng cukup strategis, karena terletak di tengah-tengah gedung perkantoran, serta dekat dengan dua rumah ibadah; Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.

 

Suasana Lapangan Banteng pada Jumat (3/11) pukul 12.45 sepi. Hanya ada 2 wisatawan asing yang berfoto saja. Sumber: Ludwina Andhara Herawati

Pada tahun 2016 Lapangan Banteng direvitalisasi, dengan maksud menciptakan ruang publik yang ideal dan menonjolkan nilai budaya. Setelah revitalisasi berlangsung mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang mengunjungi tempat tersebut. Tidak hanya revitalisasi saja, nilai sejarah yang terdapat pada Lapangan Banteng juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengunjung yang hadir.

 

Berdasarkan isi dari batu tulis mengenai Monumen Pembebasan Irian Barat, monument ini dibangun dengan tujuan mengenang para pejuang Trikora dan Masyarakat Irian Barat yang memilih untuk menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dalam sejarah, wilayah Irian Barat dipertahankan Belanda sejak Konferensi Meja Bundar (1949), dan mengulur-ulur waktu sampai Bung Karno membentuk Komando Trikora. Dari sejarah tersebutlah adanya monumen Pembebasan Irian Barat; dengan makna simbolis rakyat Irian Barat yang melepaskan diri dari Belanda.



Selain nilai sejarah yang begitu kental mengenai Irian Barat dan kolonial Belanda, lapangan tersebut memiliki air mancur yang dinyalakan setiap akhir pekan. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas penjaga Lapangan Banteng, air mancur dinyalakan setiap hari Sabtu pagi hingga Minggu malam.

 

Tentu tidak dinyalakan setiap waktu, karena penyalaan air mancur telah diberi jadwal. Di hari Sabtu dan Minggu pagi air mancur dinnyalakan mulai pukul 06.30 – 06.45. Biasanya air mancur dinyalakan setiap 15 menit sekali.

 

Tidak hanya untuk rekreasi; belajar sejarah atau bersantai saja, Lapangan Banteng juga pernah digunakan untuk mengadakan SIM Keliling di area selatan, Vaksinasi Keliling, Live Music, dan bazar. Tentu bagi yang ingin mengadakan acara besar di lapangan tersebut harus memiliki izin ke dinas.

 

Untuk steril lapangan atau pengosongan pengunjung di hari libr dilakukan pada pukul 20.00 WIB. Namun jika pada jam tersebut masih terdapat aktivitas umum atau pengunjung yang sedang berekreasi, waktu steril akan diundur 30 menit. Pada hari biasa lapangan biasa akan disterilkan pada pukul 18.00 WIB.


Minggu, 29 Oktober 2023

APA MAKNA PEKAN SUCI?

JAKARTA Apakah yang dimaksud dengan Pekan Suci? Mungkin kamu hanya tahu jika setiap tahun ada libur nasional “Wafatnya Isa Almasih” yang selalu jatuh di setiap April, hari Jumat. Atau kamu hanya mengetahui Paskah yang identik dengan menghias telur, makan Ayam Kalkun Panggang bersama keluarga, dan kelinci sebagai ‘maskot’. Itu hanyalah sedikit dari banyaknya rangkaian Pekan Suci; Jumat Agung dan Hari Raya Paskah. Namun apakah kamu telah mengetahui makna Pekan Suci yang sesungguhnya?

Misa Kamis Putih. Sumber: Komsos Paroki Jatiwaringin

Setiap tahun, umat Katolik merayakan ragam peristiwa penting akan penebusan dosa umat. Inti dari peristiwa ini yakni untuk mengenang akan kasih Allah kepada manusia, dengan menebus dosa-dosa umat-Nya. Agar Allah bisa “hadir” di tengah mereka, Ia mengutus Anak-Nya, Yesus, dengan mewujudkan diri-Nya dalam rupa seorang hamba. 


33 tahun genap usianya, Ia wafat di kayu salib, bersamaan dengan dua penjahat di sisi kanan dan kiri; menandakan Kasih Allah akan penghapusan dosa. Setelah kematian, Ia bangkit dan menampakkan diri-Nya kepada para rasul. Rangkaian penting tersebut juga sebagai bentuk Perjanjian Baru, dimana Allah menunjukkan kasih kepada umat-Nya, sekalipun telah jatuh ke dalam dosa.


Jika kamu mengetahui hari “Wafatnya Isa Almasih” dan Paskah, memang betul kedua peristiwa tersebut merupakan salah dua dari rangkaian peristiwa Pekan Suci, karena sebagai perwujudan Kasih Allah kepada umat-Nya, yang telah tertulis dalam Kitab Suci. Pada bagian ini Allah mengasihi umat-Nya, termasuk kamu, agar melepaskan “manusia lama”, dan mengenakan “manusia baru” dalam peziarahan hidup. Agar kamu dapat memaknai dan memahami rangkaian peristiwa Pekan Suci, mari simak pembahasan berikut ini.


Sebelum memasuki Pekan Suci, kamu diajak untuk memasuki masa Prapaskah. Masa Prapaskah ini akan diawali dengan perayaan Rabu Abu (atau akrab disebut Ash Wednessday). Abu tersebut akan diberkati Pastur dengan mendoakan dan memerciki air suci di tempat abu, lalu dioleskan dengan bentuk salib di dahi. Rabu Abu ini kamu diajak untuk meningkatkan semangat kerendahan hati dan pengorbanan. Tidak hanya itu, Rabu Abu ini juga sebagai “penanda” awalnya pantang dan puasa.

Mazmur 51:10 bermakna "semua orang perlu hati yang murni yang membenci dosa, dan roh yang diperbaharui yang rindu melakukan kehendak Allah." Sumber: Pinterest

Selama masa Prapaskah ini, kamu akan mendapatkan bacaan dan renungan mengenai pertobatan serta pengampunan. Setiap bacaan pada masa Prapaskah I hingga ke V akan mengajak kamu untuk merenungkan segala perbuatan dan dosa, meninggalkan sifat kedagingan, dan mendekatkan diri pada Allah.


Setelah masa Prapaskah selesai, maka kamu akan mengawali Pekan Suci dengan merayakan Minggu Palma (atau disebut sebagai Palm Sunday). Pada misa ini, kamu akan mengawali misa di luar gereja, pembacaan Injil dan homily singkat, pemercikan air suci, dan perarakan masuk ke dalam gereja. 


Prosesi ini sebagai pengenangan akan peristiwa dimana Yesus menunggangi seekor keledai; lambang kesederhanaan, dielu-elukan oleh orang banyak sembari melambai-lambaikan daun Palma di tangannya. Sebagai pengganti Injil yang biasa dibacakan Pastur yakni dengan Pasio yang didaraskan oleh tiga lektor/lektris; orang yang biasa membacakan bacaan.


Selain melihat umat membawa daun Palma, kamu akan melihat para pelayan liturgi yang menggunakan pakaian serba merah. Dalam aturan gereja, warna merah melambangan keberanian dan pengorbanan. Itulah mengapa kamu akan melihat mayoritas umat dan pelayan liturgi menggunakan warna merah untuk atribut. Hal ini sebagai lambang, bahwa Yesus dielu-elukan, lalu ‘dikorbankan’ oleh mereka untuk disalibkan.


Palma identik dengan warna merah dan daun Palma sebagai hiasan, serta dilambaikan umat. Sumber: Pinterest

Maka setelah merayakan Minggu Palma, kamu akan diajak untuk melihat jauh ke depan, pada hari Kamis Putih. Perayaan ini mengisahkan perjamuan terakhir Yesus bersama para rasul-Nya. Yesus melakukan hal ini sebagai pengenangan akan diri-Nya. Tidak hanya itu, Ia pun membasuh kaki para rasul-Nya sebagai lambang pelayanan, kesederhanaan, dan cinta kasih-Nya kepada mereka. Itulah mengapa setelah khotbah, kamu akan melihat prosesi Pastur yang membasuh kaki rasul.


Kamis Putih ini dilambangkan dengan warna putih. Hal ini menandakan bahwa Kamis Putih menjadi suatu hal yang “murni, mulia, dan sempurna”. Makna warna ini dapat kamu buktikan dengan kisah Yesus yang melakukan perjamuan terakhir dengan para rasul, yang artinya Ia menginginkan semua hal yang tertulis pada Kitab Suci terjadi. Ia menunjukkan kesempurnaan dan kesederhanaan dengan mencuci dan mencium kaki para rasul, sebagai bentuk pelayanan dan cinta kasih yang murni.


Roti dan Anggur melambangkan Tubuh dan Darah Kristus. Sumber: Pinterest

Maka tibalah hari Wafatnya Isa Almasih, atau disebut sebagai Jumat Agung. Kamu akan melihat kosongnya dekorasi; altar hanya dilapisi taplak putih kecil dan tidak ada tanaman berwarna cerah. Bahkan tidak adanya prosesi pemberkatan roti dan anggur, tidak ada iringan alat musik; murni dari paduan suara saja dan tidak ada berkat tanda salib pada pembuka dan penutup prosesi. Itulah sebabnya Jumat Agung disebut sebagai Ibadat, bukan Misa.


Pada Ibadat Jumat Agung ini, kamu akan diajak kembali untuk mengenang Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus. Hampir sama dengan Minggu Palma, sebagai pengganti Injil yang biasa dibacakan Pastur maka diadakanlah Pasio Menurut Kitab Yohanes. Namun berbeda dengan Minggu Palma yang didaraskan, pada pasio kamu akan mendengar setiap bacaan yang dilantunkan dengan susunan nada. Jumat Agung dilambangkan dengan warna merah, melambangkan kemartiran dan pengorbanan Yesus untuk penebusan dosa umat-Nya.


Desain ucapan Jumat Agung. Sumber: Pinterest

Keesokan hari kamu akan diajak untuk merayakan Sabtu Suci atau sering disebut Vigili Paskah. Perayaan tersebut merupakan hari terakhir dalam Pekan Suci yang dirayakan oleh umat kristiani sebagai persiapan perayaan Paskah. Pada Sabtu Suci kamu akan memperingati pada saat tubuh Yesus Kristus dibaringkan di kubur setelah pada hari Jumat Agung mati disalibkan. Keesokan harinya (Paskah) Yesus bangkit dari kematiannya.


Pada Sabtu Suci ini diawali dengan pemberkatan lilin besar dengan biji dupa oleh Pastur. Selain itu kamu akan mendengarkan lektor membacakan setidaknya ada tujuh sampai dengan sembilan bacaan dan selingan lagu antar bacaan oleh pemazmur. Setelah khotbah akan ada pemercikan air suci kepada umat, atau disebut sebagai pembaptisan ulang, sebagai bentuk pembaharuan dan penghapusan dosa. Sebelum prosesi pemercikan, Pastur akan memberkati air suci yang telah disiapkan dalam sebuah tempayan besar. 


Dengan bantuan putra altar, ia mencelupkan lilin besar tersebut ke dalam tempayan, sembari melantunkan doa. Dengan nyala api pada lilin besar, putra altar akan membagikan cahaya tersebut kepada umat. Tidak hanya itu, kamu akan melihat atribut umat dan para petugas liturgi menggunakan warna putih, sebagai makna kesucian dan kemurnian karena telah “memperbarui diri menjadi manusia baru.”


Tibalah Hari Raya Paskah. Hampir serupa dengan Sabtu Suci, kamu akan melihat atribut dan dekorasi dengan warna serba putih, dan dirayakan secara lebih meriah. Hal itu dikarenakan kamu akan merayakan kemenangan Sang Kristus yang telah bangkit dari kematian, dan telah merelakan diri-Nya bagi pendosa.


Maka kamu akan mengetahui, bahwasannya Pekan Suci merupakan kisah terpenting akan penebusan dosa umat manusia. Pada setiap perayaan tersebut, kamu akan selalu diajak untuk merenungkan kesalahan dan dosa. Berpantang dan berpuasa merupakan salah satu bentuk pertobatan dan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kedagingan. Tidak hanya itu, pada Pekan Suci ini kamu diajak untuk menjadi pribadi yang dapat mengampuni dan memaafkan orang lain, sama seperti Yesus yang selalu mengampuni dan mengasihi umat-Nya.

DAMPAK FENOMENA BULLYING PARA PELAJAR DI INDONESIA

ARTIKEL TERKINI - Setiap keluarga maupun individual tentu memiliki tingkatan dan gaya hidupnya masing-masing. Mulai dari strata tinggi hingg...